SEMARANG (bisnis.com): Ketertarikan investasi di Jateng setelah Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2009 pada 18-19 November di Solo naik menjadi 24 peminat dari sebelumnya hanya delapan peminat saat pelaksanaan even tersebut.
Sebelumnya, saat pelaksanaan CJIBF pekan lalu tercatat delapan minat investasi, meliputi tiga proyek dalam list peluang (72 proyek) dan lima lainnya dalam list potensi (126 proyek).
Kabid Promosi dan Kerja sama Investasi BPMD Jateng Dhoto Dewandono mengatakan hingga awal pekan ini sudah tercatat 24 konfirmasi minat investasi dari 19 proyek, tetapi, nilai investasi yang diminati baru tercatat untuk sembilan proyek sebesar Rp2,09 triliun.
Menurut dia, meningkatnya ketertarikan investasi yang dituangkan dalam Surat Tanda Kepeminatan (STK) itu setelah melalui penjelasan dan pendekatan internal yang dilakukan setiap pemda kabupaten/kota dengan investor.
Ketertarikan investasi itu ditengarai masih dapat meningkat lagi, mengingat model pelaksanaannya kali ini berbeda dengan CJIBF 2006-2008 yang dinilai memiliki banyak kelemahan, terutama model penandatanganan LoI oleh investor dan bupati/walikota yang cenderung mengikat.
LoI tersebut, dia menambahkan justru mengekang laju investasi karena sejumlah penyesuaian yang dilakukan setiap investor, terutama terkait kebijakan pemda setempat, serta penyusunan studi kelayakan (FS) final dari yang disajikan hanya pre-FS (sementara).
Selain itu, penyesuaian juga akan dilakukan terkait pertimbangan perhitungan return of investment dan proyeksi keuntungan, serta kondisi makro perekonomian, baik regional Jateng, nasional maupun internasional yang berdampak pada permintaan konsumen.
"Model CJIBF kali ini lebih kepada upaya memacu minat investor dengan penanda tanganan STK yang memungkinkan satu proyek diminati lebih dari satu investor, sehingga ke depannya tinggal dipilih investor mana yang paling serius untuk merealisasikannya," ujarnya kepada Bisnis hari ini. (tw)
Nov 23, 2009
Partner
Silahkan add facebook bizindo untuk mengetahui perkembangan dan berita terakhir "